Sudahkah Parpol 'Go Green'? PDF Print E-mail

Jelang pesta demokrasi terbesar di tahun 2009, banyak sekali kita jumpai iklan-iklan politik yang menggebyar, penuh promosi dan terkadang urakan. Kampanye Pemilu lewat iklan memang menjadi senjata ampuh Parpol untuk menarik minat konstituen mencoblos partainya. Bendera atau atribut-atribut Parpol banyak sekali bertebaran, baik di tiang listrik, dinding rumah, di jalan raya,

bahkan pepohonan dan bukit ikut dilibas oleh semaraknya gegap gempita Parpol. Seakan tanpa mempertimbangkan estetika lingkungan beberapa Parpol seenaknya menancapkan atau memasang atributnya di segala tempat.
Kenyataannya, Pemilu adalah pesta demokrasi sama halnya orang berpesta-ria, hingga kadang-kadang lupa suasana sekitarnya. Inilah gambaran Parpol di Indonesia yang masih semi-amatiran. Meskipun begitu, mencermati banyaknya iklan Parpol, baik lewat media elektronik maupun cetak, termasuk penyebaran aneka brosur serta foto-foto Caleg, maka apa yang sesungguhnya ditawarkan oleh Parpol tersebut??

Kebanyakan program Parpol bersifat populis dengan tema bombastis seperti slogan: menyejahterakan rakyat, sekolah gratis, biaya kesehatan gratis, harga-harga kebutuhan pokok turun, buruh-petani sejahtera, dan sebagainya. Memang semuanya itu sangat penting namun hampir tidak kelihatan program Parpol yang menitikberatkan pada penghijauan, kepada pembangungan berwawasan lingkungan hidup. Seakan-akan masalah lingkungan hidup adalah tanggung jawab pemerintah, Pemda, LSM atau kalangan korporasi, atau mungkin isu lingkungan hidup bukan isu pasaran yang bersifat magis?

Dimanakah kini Parpol ikut peduli dan peka terhadap pelestarian hutan, alam dan lingkungan hidup di negeri ini? Ratusan miliar rupiah pasti telah habis untuk membiayai spot-spot iklan Parpol di media massa termasuk TV. Biaya iklan ini biaya super-besar di tengah krisis global-finansial tak terkecuali krisis lingkungan akibat kurangnya kesadaran masyarakat akan global warming.


Biaya Iklan Parpol untuk Aksi Go Green

Kita berharap kampanye Pemilu dan hari Pemilu berjalan damai dan lancar. Namun kita berharap, bahwa kampanye Pemilu adalah saat yang tepat untuk kampanye hijau. Yes, kampanye yang digalang oleh seluruh Parpol untuk Aksi Go Green. Usaha-usaha ini dapat dilakukan dengan cara melakukan penanaman pohon secara serentak di berbagai daerah kritis hijau, alias area gundul.

Parpol adalah organisasi massa yang memiliki anggota jutaan orang. Ini adalah aset yang dapat digerakkan oleh pimpinan partainya mengejahwantakan program-program penghijauan di masing-masing area konstituennya. Dengan cara demikian Parpol berhasil mengedukasi masyarakat, sehingga lebih peka dan peduli dalam cinta lingkungan hidup.

Selain itu Parpol lebih baik mengadakan langsung dialog edukatif dengan warga masyarakat tentang cara memelihara alam dan lingkungan. Jangan malu-malu untuk mengajak ahli-ahli LH dan aktivis LSM karena masalah LH adalah masalah kita semua, terlepas dari ideologi partai yang bersangkutan. Bila perlu aktivis, pengurus dan para Caleg Parpol bersama-sama terjun ke hutan melihat betapa parahnya kondisi ekologis di negeri ini. Buktinya apa?  70% Perairan Indonesia rusak, 60% hutan mengalami kehancuran atau terdegradasi, dan sebagainya.

Satu Pohon Satu Suara

Satu pohon untuk satu suara. Artinya, daripada menggunakan trik money politics dengan membagikan ‘angpau’ atau kaos-kaos partai, maka alangkah lebih mulianya para Caleg atau pun Parpolnya membeli satu pohon untuk satu suara. Ringkasnya, Caleg DPRD yang butuh 3.000 suara di suatu kota dapat membeli 3.000 bibit pohon dari jenis apapun untuk ditanami di lingkungan sekitarnya. Harga bibit pohon sangat ekonomis, mulai dari Rp. 1.000,- hingga Rp. 10.000,-.  Dengan cara ini, petani, peladang atau pembiak bibit pohon juga mendapatkan efek ekonomis, sehingga tidak tertutup kemungkinan mereka ikut mencoblos Caleg tersebut. Bahkan sekiranya memungkinan, rangkaian kampanye Parpol dapat dilakukan di alam terbuka atau tempat-tempat eko-wisata, Yykni dengan cara berkemah, memberikan pelatihan tentang manfaat hutan secara proporsional dengan mengindahkan daya dukung lingkungan dan harmonisasi alam.

Jadi, kampanye hijau Parpol bisa berfungsi sebagai obat pelipur lara bagi para Caleg yang gagal mendapatkan kursi. Tidak perlu berkecil hati karena kegagalan dapat ditutupi dengan adanya bibit pohon. Syukur bibit pohon itu bisa tumbuh sempurna, sehingga kelak dia akan tersenyum bangga bahwa kampanyenya (yang gagal) berhasil menumbuhkan banyak pohon. Dengan demikian Indonesia kembali hijau, bersih dan asri.

Sumber: [www.kabarindonesia.com]