ANALISIS KRITIS

Apakah Analisis Kritis – Berpikir Kritis itu?

Beberapa hal yang perlu dipikirkan . . .

  1. Analisis yang kritis (atau berpikir kritis) merupakan suatu cara untuk mencoba memahami kenyataan, kejadian (peristiwa), situasi, benda, orang, dan pernyataan yang ada di balik makna yang jelas atau makna langsung. Analisis kritis mempersyaratkan sikap untuk berani menantang apa yang dikatakan atau dikemukakan oleh pihak-pihak yang lebih berkuasa -majikan, pemerintah dan lembaga. Analisis kritis mempertanyakan asumsi. Analisis kritis dapat digunakan untuk menantang perilaku atau praktek yang dilakukan seseorang atau menganalisis pekerjaan sebuah serikat, atau gerakan sosial, atau untuk menantang dan melawan (oppose) kekuatan-kekuatan dominan di dalam komunitas dan masyarakat.
  2. Analisis kritis merupakan suatu kapasitas, potensi yang dimiliki oleh semua orang. Kendati demikian, analisis kritis tetap akan tumpul dan tidak berkembang apabila tidak diasah (dipraktekkan). Selain itu, upaya untuk mempelajari cara pemakaian analisis kritis tidak pernah selesai.
  3. Analisis kritis merupakan upaya pribadi atau upaya kolektif.
  4. Analisis kritis menentukan kemungkinan suatu realitas baru, kesepakatan yang lebih baik (better deal), masyarakat yang lebih baik ke arah 'langkah' untuk memperbaiki kenyataan atau situasi yang tengah dianalisis. Selanjutnya, 'situasi baru' tersebut dapat dikaji dengan analisis kritis.
  5. Peranti terpenting untuk melaksanakan analisis kritis, yaitu "pertanyaan". Meski demikian, analisis kritis bukanlah serangkaian langkah atau pertanyaan yang berangkat dari ketidaktahuan (ignorance) menuju ke pencerahan (enlightenment).
  6. Ada sejumlah unsur penting yang dapat dipakai sebagai kerangka analisis kritis.
  7. Pertama-tama, analisis kritis mensyaratkan pencarian fakta dan ciri situasi atau kenyataan yang dicoba-difahami. Kita bertanya dan mencari tahu: "Apa yang sebenarnya tengah berlangsung?"; "Apa akibat yang timbul dari situasi ini?"; "Apa dampak situasi atau kejadian atau pernyataan itu terhadap pihak lain?"; "Siapakah pihak yang diuntungkan oleh situasi atau usulan tersebut?"; "Siapakah yang dirugikan oleh situasi atau usulan tersebut?"; “Apa penyebab terjadinya situasi tersebut?”
  8. Analisis kritis juga berusaha memahami "riwayat" pernyataan, situasi atau masalah yang perlu difahami. Analisis kritis mengkaji situasi atau peristiwa atau pernyataan yang tengah dalam proses perubahan. "Bagaimana situasi tersebut dapat terjadi? Seberapa permanenkah situasinya? Apa cara yang mungkin dilakukan agar situasi tersebut berubah? Apa penyebab perubahan tersebut?
  9. Analisis kritis mengkaji situasi atau peristiwa dari sudut pandang yang utuh. Kontradiksi atau kebalikan dari sebuah situasi perlu dicari. Sehingga, ketika mengamati suatu-situasi baru atau sejumlah keadaan, muncul pertanyaan, "Apa yang terjadi dengan situasi lama, manakah yang tidak berubah? Apa yang terjadi dengan situasi positif / negatif?" Misalnya, "keadilan sosial" hanya dapat dipikirkan dan dicapai lewat pemahaman tentang "ketidak-adilan sosial " dan penyebabnya.

10...............................