|
Konversi Lahan Pesisir Oleh:Indra Jaya - Institut Pertanian Bogor (IPB) Haji Suparman, bersama ratusan pemilik tambak udang di pesisir Lampung Timur lainnya menanti dengan cemas akan datangnya musim timur di pertengahan tahun 2003. Mereka berharap musim timur kali ini tidak serta merta membawa angin dan gelombang kuat yang semakin menggerus tambak-tambak mereka.
Tercatat sejak awal tahun 90-an, booming permintaan dan harga udang yang meng giurkan telah mendorong pemilik lahan di wilayah pesisir Lampung Timur untuk mengkonversikan lahannya menjadi tambak udang. Konversi lahan ini terus dilakukan dan menjangkau areal yang pada awalnya merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove secara besar-besaran.
Pemerintah, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, tak ketinggalan untuk mendukung adanya kegiatan ekstensifikasi tambak udang di pesisir Lampung Timur. Dukungan ini diwujudkan secara nyata dalam bentuk pembangunan saluran inlet dan outlet di sentra pertambakan. Namun, kini seluruh saluran tersebut tersumbat oleh tumpukan pasir yang bergerak bebas sepanjang pantai. Akibat telah terjadinya perubahan yang nyata (significant) terhadap kondisi lingkungan wilayah pesisir, khususnya perubahan drastis posisi garis pantai dan semakin terbuka dan telanjangnya pantai dari serangan angin timur, baik pihak pemerintah dan H. Suparman dan kawan-kawan, sama-sama cemas bagaimana tetap mempertahankan usaha pertambakan yang ada dan pada saat yang bersamaan menahan laju kerusakan yang terlanjur terjadi.
Pada awalnya, di sekitar tahun 70-an, Suparman muda adalah seorang guru merangkap sebagai pedagang kelontong dan penjual rupa-rupa hasil bumi yang rajin dan energik. Ia berdagang jauh dari tempat asalnya di Tasikmalaya, Jawa Barat hingga ke luar Jawa, termasuk ke Propinsi Lampung. Melihat prospek yang lebih cerah pada saat itu, ia kemudian memutuskan untuk menetap di daerah baru yang kini bernama Desa Sri Minosari, Kabupaten Lampung Timur, jauh sebelum pertambakan udang diusahakan secara luas. Dari hasil berdagang itu ia mendapat berkah berupa kemampuan untuk membeli tanah yang luas di pesisir pantai Lampung Timur. Dengan maraknya pertambakan di akhir tahun 80-an dan luasnya tanah di wilayah pesisir yang dimilikinya, Suparman tertarik untuk ikut mencoba bertambak udang. Sejak saat itu hingga kini ia menjadi salah seorang petambak yang menonjol di desanya disamping tetap berjualan hasil bumi. Pensiunan guru dan mantan lurah ini tetap merupakan tokoh masyarakat yang cukup disegani di desanya.
Udang dan Antusiasme Pemerintah
Pada pertengahan tahun 80-an hingga awal tahun 90-an, permintaan atas komoditi udang di pasar internasional terus meroket dengan harga jual yang menggiurkan. Situasi ini menempatkan udang sebagai primadona baru penghasil devisa, selain kayu gelondongan, minyak dan gas bumi pada saat itu. Permintaan dan harga jual yang tinggi tersebut mendorong banyak petambak beralih dari budidaya ikan ke budidaya udang, dan yang semula bermata pencaharian bukan petambak untuk terjun menggeluti usaha baru yang sangat menjanjikan ini, termasuk diantaranya Suparman.
Pengaruh keuntungan ekonomi melalui tambak udang tidak hanya menyebabkan peralihan usaha budidaya, dari ikan ke udang, tetapi juga terlihat dalam perluasan usaha, termasuk pengembangan tambak-tambak baru melalui konversi lahan bukan tambak menjadi tambak. Berbondong-bondongnya masyarakat untuk menggarap tambak udang ini juga mendapat dukungan dari pemerintah yang memang berkepentingan dalam rangka pembukaan lapangan kerja dan mencari tambahan devisa negara. Dukungan pemerintah ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk promosi-promosi tetapi aktif memfasilitasi langsung membangun sarana dan prasarana produksi, termasuk sistem saluran air irigasi.
Ketersediaan air yang memenuhi azas tepat jumlah, tepat mutu dan tepat waktu adalah prasyarat penting di dalam kegiatan budidaya udang dan ikan. Untuk memenuhi kriteria ini, ketersediaan sarana dan prasarana irigasi dan drainase sangatlah penting, sehingga diharapkan proses budidaya udang lebih berjalan lancar dan diharapkan dapat menghasilkan panen yang memuaskan. Untuk mendukung usaha budidaya udang ini, pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Lampung, dengan antusias merehabilitasi dan menata saluran air irigasi pertambakan. Contoh hasil penataan yang telah dilakukan dengan baik ditunjukkan pada Gambar 1. Hal ini terlihat dari lebih teraturnya tata letak saluran pasok dan saluran buang yang terpisah, hampir semua petakan tambak dapat terjangkau oleh air pasok, baik melalui saluran primer, sekunder maupun tersier. Demikian pula untuk proses pembuangan air tambak, telah dapat dilakukan dengan lancar karena pada setiap petak tambak telah tersedia fasilitas saluran pembuang.
Saluran irigasi dan drainase pada gambar tersebut pada waktu itu dibuat dengan dimensi saluran yang diperkirakan dapat menampung volume air pasok yang diperoleh baik dari laut maupun air tawar dari daerah atasnya, maupun volume air buangan tambak, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air dan air buangan tambak dari areal pertambakan yang dilayaninya. Sampai saat ini, dari hasil pengamatan di lapangan, konstruksi saluran atau pematang maupun tata letak saluran sudah sangat baik, terlihat dari tidak adanya gejala longsoran tanah tanggul/pematang yang berat, tidak dominannya partikel liat di mulut muara yang tersumbat, dan terlayaninya setiap petak tambak dengan saluran pasok dan saluran pembuang yang terpisah.
Kasus ini ditulis oleh Indra Jaya dari Institut Pertanian Bogor (IPB), di bawah bimbingan Ahmad D.Habir,Ph.D, Dekan Fakultas Manajemen-Swiss German University, sebagai bagian dari program Promoting Leadership for Integrated Development yang didukung oleh Ford Foundation Indonesia. Semua materi yang terkandung di dalam artikel ini dipersiapkan semata-mata hanya untuk tujuan pembelajaran. Kasus ini tidak dimaksudkan atau dirancang sebagai gambaran yang menunjukkan sebuah praktek yang benar atau salah.
Hak Cipta © 2007 dimiliki oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Studi Kasus yang dipaparkan ini hanya berisi sebagian dari isi keseluruhan studi kasus dengan judul tersebut diatas. |